1. secuil pikiran dari mahasiswa yang belum menjadi MAHAsiswa

    Berpikir tentang Indonesia selalu membuat saya pusing dan bingung. Itu sebabnya saya tidak pernah dengan sengaja berpikir tentang masalah ini. Tapi entah kenapa,  pikiran mengenai bangsa ini selalu terlintas tiba-tiba dalam pikiran. Yah, mungkin memang karena tanah air ini terus menyampaikan getaran tangisnya di setiap tanah yang saya injak. Seolah kaki ini mampu merasakan tangisan bumi pertiwi yang dia injak dan langkahi.

    Saya mahasiswa, memang sudah seharusnya melakukan sesuatu. Begitu banyaknya mahasiswa di luar sana yang dengan semangat menggebu untuk bersikap tanggap terhadap pemerintah. Berusaha mengkritisi semua kebijakan pemerintah, bahkan sebagian lagi di sana ada yang berusaha menggulingkan pemerintahan. Saya tidak begitu mengerti, apakah mereka yang ikut berdemonstrasi memang benar-benar sangat mengerti pokok permasalahan ataukah hanya ikut meramaikan suasana.

    Jika memang benar mereka menuntut keadilan, sudahkah para mahasiswa mengamalkan prinsip-prinsip keadilan dalam setiap detiknya? Jika memang pemerintah dianggap bobrok, lantas apakah sang mahasiswa ini sempurna dan lebih pintar dari pemerintah?

    Mari kita membuka mata. Demonstrasi memang keren di mata saya dan saya pun terkadang ingin mencoba untuk ikut. Namun satu hal yang harus jadi pertimbangan, bukankah alangkah lebih baik jika kita berbuat sesuatu untuk masyarakat? Berbuat kebaikan terhadap ruang lingkup yang lebih kecil. Mahasiswa tersebar di seluruh nusantara, Bung! Jika seluruh mahasiswa di negeri ini berbuat sesuatu untuk lingkungan masyarakat yang ada di sekitarnya, bukankah seluruh negeri ini akan tersenyum? Dan ruang lingkup yang kecil itu akan menjadi besar?

    Jika alur yang sekarang ini terus berlanjut, yaitu alur mengenai mahasiswa bersikap kontra terhadap pemerintah, apa yang akan terjadi pada 100 tahun ke depan? Yang terlintas dalam pikiran saya adalah gambar mahasiswa yang sedang berdemonstrasi di depan gedung DPR. Keadaan yang tidak berbeda dengan sekarang. Lantas siapa yang sedang mereka demo??? Bisa jadi adalah seorang presiden yang dulunya seorang aktivis kampus. Bukankah hanya akan menjadi alur yang berulang?????

    Terlepas dari apa yang akan terjadi dan yang sedang terjadi,  alangkah leih baik sekarang ini kita mempersiapkan pemimpin yang memang benar-benar mengerti dan merasakan penderitaan rakyat. Secara logika, pemimpin yang mengerti kesusahan rakyat tentunya tumbuh dari mereka yang mau membantu masyarakat kecil. Bukan sekedar memberi, tetapi mereka mampu menghentikan tangisan masyarakat melalui apa yang mereka miliki.

    Mahasiswa sebagai harapan bangsa  seharusnya mampu membuat rakyat kecil tersenyum, bukan melakukan sesuatu yang rakyat kecil pun tak mengerti artinya.