1. Saya hanya ingin cerita pada sebuah tulisan di atas satu-satunya buku saku yang saya punya, dengan tulisan tangan yang sekarang tidak lagi tegak. Tahukah kalian bahwa tulisan tangan saya sudah berubah??

    Saya cuma ingin tuliskan, betapa malam ini, yang seharusnya menjadi malam menyenangkan malah menjadi malam yang menyesakkan. Tempat yang sepi dan jauh dari bisingnya kota, dengan suasana yang seharusnya membuat tenang, malah menjadi tempat yang membuat hati seperti terbakar.

    Saya cuma ingin katakan, kalau hati saya terasa sangat sakit malam ini. Saya tidak bilang kalau saya menangis, karena nyatanya tidak ada air mata yang keluar. Karena tangisan tak layak lagi untuk seorang lelaki yang umurnya mendekati kepala dua. Saya cuma galau.

    Ah, rasanya ingin sekali meneguk alkohol agar segera lupa akan sakit ini. Dilupakan karena mabuk, dan tertidur dengan pikiran kosong, lalu bangun dengan perasaan sedikit lega. Jika saya sudah lupa akan DOSA dan tekad untuk jauh dari alkohol, tentu akan segera saya langkahkan kaki ke luar pintu untuk membelinya.

    Tapi tidak saya lakukan..

    Saya tidak berharap kalau ini semua mimpi, karena nyatanya mata saya masih bisa merasakan perih saat terkena kepulan asap rokok. Saya cuma berharap, semoga kenyataan bisa berubah suatu hari.

    - Ciater, 06-06-2010 pukul 01.00 -