1. Derap langkah kaki kencang menempa semangat
Berat pikulan di pundak tak membuat asa putus ataupun hentikan langkah
Hantam liku medan yang terus berubah
Menyingkap elok Ranu Kumbolo dalam pelukan dingin kabut lembah
Menyusuri Tanjakan Cinta tanpa memalingkan wajah ke belakang
Rasakan belaian ilalang pada wajah saat sisiri padang rumput luas
Menjadi saksi cantiknya Kalimati dengan hamparan edelweiss
Bersimpuh harap pada arcopodo
Akhirnya, kujejak kerikil terjal dalam selimut dingin dini hari
dengan udara yang bercampur butir pasir halus
Kini, Aku berdiri menatap tabir surya di puncak para dewa
Ditemani nyanyian para dewa dalam lantunan desiran angin
MAHAMERU

    Derap langkah kaki kencang menempa semangat

    Berat pikulan di pundak tak membuat asa putus ataupun hentikan langkah

    Hantam liku medan yang terus berubah

    Menyingkap elok Ranu Kumbolo dalam pelukan dingin kabut lembah

    Menyusuri Tanjakan Cinta tanpa memalingkan wajah ke belakang

    Rasakan belaian ilalang pada wajah saat sisiri padang rumput luas

    Menjadi saksi cantiknya Kalimati dengan hamparan edelweiss

    Bersimpuh harap pada arcopodo

    Akhirnya, kujejak kerikil terjal dalam selimut dingin dini hari

    dengan udara yang bercampur butir pasir halus

    Kini, Aku berdiri menatap tabir surya di puncak para dewa

    Ditemani nyanyian para dewa dalam lantunan desiran angin

    MAHAMERU

    1. pravitasaryeah reblogged this from nugrahanurdiansyah
    2. nugrahanurdiansyah posted this